Skip to main content

6 FAKTOR PENYEBAB JANIN TIDAK BERKEMBANG

Banyak sekali faktor yang menyebabkan janin tidak berkembang baik didalam rahim, tidak sedikit kasus janin lamban berkembang sehingga menyebabkan keguguran.

Penyebab janin tidak berkembang dikarenakan kelainan kromosom pada zigot, dan bisa disebabkan oleh sel telur dan sel sperma yang kurang baik.

Selain itu, janin tidak berkembang juga bisa disebabkan oleh  efek samping obat-obatan,konsumsi alkohol, atau bisa juga karena kelainan bentuk rahim.

Ada beberapa 6 faktor penyebab janin tidak berkembang :

1. KELAINAN KROMOSOM

Kondisi ini biasanya terlihat di awal kehamilan, tepatnya setelah proses pembuahan terjadi, dimana justru membuat janin tidak berkembang.

Faktor genetik dapat menghambat pertumbuhan janin dan dapat meningkatkan resiko kelainan bawaan, masalah kromosom atau genetik ini adalah salah satu fator penyebab tidak berkembangnya janin dalam rahim.

2. AIR KETUBAN SEDIKIT

Karena beberapa obat yang di minum oleh ibu, karena kesehatan ibu, kantung ketuban sedikit pecah, hal ini dapat membuat berkurangnya air ketuban atau disebut oligohidramnion sehingga faktor ini menjadi penyebab bayi tidak berkembang.

3. POLA HIDUP YANG BURUK

Terkadang Kita merasa sudah menjalani gaya atau pola hidup yang baik, namun Anda harus benar-benar mengetahui pola hidup Anda.

Seperti dalam memilih makanan, pola istrahat dan kebiasaan buruk lainnya sepeti merokok dan minum minuman beralkohol perlu diperhatikan oleh ibu hamil.

Dan kebiasaan kurang mengkonsumsi asam folat, baik dari makanan dan sumplemen yang di konsumsi sehari-hari dapat mempengarui tumbuh kembang bayi.

4. TERTULAR INFEKSI

Banyak sekali infeksi yang mudah menyerang ibu hamil, jadi olahlah makanan yang di konsumsi oleh ibu dengan benar, karena saat ibu terkena infeksi yang biasanya disebabkan oleh faktor makanan, maka janin kemungkinan besar akan tertular infeksi tersebut sehingga dapat membuat janin dalam kandungan tidak dapat berkembang.

5. KELAINAN TALI PUSAT DAN PLASENTA

Bentuk tali pusat sepeti tabung yang panjang sehingga dapat menghubungkan janin dengan plasenta ibu yang dapat menyuplai nutrisi dan oksigen dari tubuh ibu ke dalam janin.

Jika garis pusat hanya memiliki satu arteri maka tali pusat tersebut memiliki kelainan, karena garis pusat biasanya mengandung dua arteri pusar dan satu vena pusar yang dapat menyalurkan darah antara plasenta dan janin. Dan jika plasenta tidak berfungsi dengan benar juga akan membuat janin tidak mendapat nutrisi dan oksigen sehingga janin tidak berkembang.

6. JANIN KEMBAR

Kehamilan janin kembar sangat besar untuk memiliki resiko dalam perkembangannya didalam rahim, karena plasenta tidak dapat bekerja optimal dalam mengalirkan nutrisi dan oksigen pada janin kembar.

Oleh sebab itu, sangat penting bagi ibu untuk rutin melakukan konsultasi ke dokter saat mengalami janin kembar agar janin dapat berkembang dengan baik dalam rahim Anda.

Jadi Segeralah melakukan cek ke dokter kandungan agar janin Anda tumbuh dalam fase perkembangan yang normal.

Semoga tutorial kali ini bermanfaat bagi kalian
Terima kasih
Salam Anima Belajar


Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar