TIPS DAN TRIK:  Cara Merekam Video HD

TIPS DAN TRIK: Cara Merekam Video HD

TIPS DAN TRIK: Cara Merekam Video HD

Video di kamera D-SLR disukai sebagian orang. Sayangnya, sebagian lagi tidak menyukainya. Apa pun pendapat anda, fitur ini akan seterusnya ada di SLR dan ketika mencobanya. Anda akan menemukan banyak hal baru lagi yang harus dipelajari.

Hal pertama yang harus diketahui adalah format. Canon EOS merekam video mengunakan format Quicktime (.MOV), yang dikenal dengan H.264. Mirip foto. Anda akan mengubahnya ke format lain untuk mengedit dan ke format lainnya setelah selesai editting. Ada beberapa pilihan untuk merekam. EOS yang punya dua atau tiga pilihan resolusi.



“Full HD” atau 1080p merupakan resolusi terbaik (setara Blu-ray) tapi durasi rekamannya dibatasi hanya 12 menit (sekitar 4GB ruang kartu memori terpakai). Bagi pengguna camcoder yang bisa merekam berjam-jam, pembatasan ini jadi kekurangan. Meskipun demikian, untuk  berbagai tipe video, setiap klik yang anda rekam biasanya hanya berdurasi sekian detik. 

Dengan memilih pilihan VGA resolusi rendah, anda dapat merekam video sampai 24 menit. Pilihan ketiga (terdapat pada banyak model), “Standard HD” atau “720p”, juga dibatasi hanya 12 menit, tapi anda punya bisa menentukan “frame rute”, jumlah gambar yang diambil dalam satu detik untuk menciptakan ilusi gerakan.

TIPS SUARA 

D-SLR EOS berfitur HD punya kemampuan merekam suara bersamaan dengan video. Format yang digunakan membuat suara direkam secara stereo digital pada kualitas tinggi “PCM”. Tapi perlu diingat bahwa merekam suara bukanlah hal mudah. Pertama, mikrofon pada kamera bukan mikrofo stereo. Kedua, kecepatan suara kalah oleh kecepatan cahaya dan mikrofon berada pada posisi yang kurang baik sehingga sulit mendapatkan suara yang benar-benar anda inginkan.

Ada tempat untuk mencolokkan mikrofon tambahan pada hampir semua kamera. Mikrofon eksternal mampu mendekati pada sumber suara. Tapi, mikrofon tambahan masih belum sempurna, khususnya karena tidak ada colokan untuk headphone sehingga anda dapat memonitor suara yang anda rekam. Pengguna professional biasanya menggunakan D-SLR untuk merekam video saja dan merekam suara dengan perangkat digital lain.

Fokus juga jadi masalah ketika merekam video. Live View digunakan untuk merekam video. Anda mendapatkan pilihan AF yang sama saat merekam foto dengan Live View. Sayangnya mode Quick AF (yang menggunakan cermin untuk mengatur fokus) tidak cocok untuk digunakan saat merekam video.

Sudah begitu, pilihan Live AF kurang akurat. Cara paling baik adalah dengan mengunci fokus sebelum mulai merekam (gunakan salah satu pilihan AF atau atur manual). Karena biasanya video direkam dengan aperture terbesar, titik fokus harus benar-benar dipilih agar objek tetap dapat bergerak saat rekaman.

Anda dapat mengatur eksposur secara manual tapi butuh banyak waktu untuk mengatur di setiap video. Pilihan otomatis biasanya jadi pilihan terbaik. 

Di sini, kecepatan shutter, aperture, dan ISO diatur sedemikian rupa untuk menghitung eksposur. Anda dapat menggunakan exposure compensation (seperti pada foto) untuk mempergelap dan memperterang gambar. Agar tetap dapat menggunakan aperture terbesar pada kondisi cahaya terang, aksesori yang dapat anda gunakan adalah filter ND.

LANGKAH-LANGKAH
Memahami  pengaturan video di EOS 
1.Pada model berfitur video HD (kecuali 1D dan 5D), ada kontrol sendiri untuk mengubah fungsi kamera foto menjadi kamera video.
2.Dalam Menu, ubah Video System ke PAL untuk Indonesia. Dengan ini, anda juga mengubah frame rate dari video yang direkam.
3.Pilihan Movie Rec Size mengatur kualitas resolusi dan frame rate, tapi juga menentukan durasi setiap klip yang direkam.
4.DSLR dapat menampilkan histogram kedua untuk menampilkan grafik terpisah untuk kanal warna merah, hijau, dan biru (RGB).

Anatomi D-SLR HD
Fitur dan jeroan kamera Canon EOS berfitur perekam video

1.Tombol shutter
Anda tetap bisa merekam foto saat merekam video- tapi video akan stop dulu selama sedetik karena foto juga tersimpan dalam kartu memori.

2.Mode movie
EOS 550D menyediakan pilihan movie di tombol dial mode, tapi tidak semua model EOS punya pilihan ini.

3.Flash
Flash pop-up tidak berguna ketika merekam video. Lampu tambahan spesial dibutuhkan kalau anda butuh cahaya tambahan.

4.Mikrofon built-in
Mikrofon ini merekam suara mono, sekaligus berbagai suara pengganggu. Mikrofon ini juga tidak mungkin mendekat ke sumber suara untuk mendapatkan suara yang benar.

5.Colokan HDMI
Colokan HDMI mini digunakan untuk melihat video anda di televisi HD. Perlu kabel khusus untuk ini.
Anatomi D-SLR HD
Anatomi D-SLR HD

6.Colokan AV
Output standar audio/video Canon tidak high definition, tapi anda dapat kabel ini saat beli EOS

7.Colokan mikrofon
Colokan mini-jack untuk mikrofon stereo dapat digunakan oleh mikrofon tambahan untuk perekaman suara yang lebih baik. Tapi, dengan tidak adanya headphone untuk kontrol membuat para professional lebih memilih menggunakan perangkat lain untuk merekam suara.

8.Jalur cahaya
Sensor harus dapat melihat semua gambar saat merekam video sehingga kamera tetap berada di mode Live View dengan mirror terangkat. Anda tidak dapat melihat apapun di viewfinder.

9.Lensa
Lensa yang dapat diganti-ganti merupakan salah satu alasan para membuat film beralih ke D-SLR dari camcorder.

10.Kartu
Kartu memori berkecepatan tinggi sangat berguna untuk merekam video. Canon merekomendasikan penggunaan kartu berkecepatan minimal 8MB/detik (kira-kira 60x lebih cepat)

Setting untuk objek Anda

Durasi video
Rekam video dalam durasi pendek-pendek. Tapi pada beberapa kondisi, rekaman pendek tidak menguntungkan, semisal saat merekam konser musik. Dengan memilih kualitas 1080p atau 720p. Anda hanya dapat merekam 12 menit. Ganti ke VGA untuk mendapatkan durasi 24 menit.


Seperti sinema
Untuk menambah efek sinema pada video, anda harus mengatur kualitas ke 1080p atau 720p karena anda mendapatkan rasio layar lebar. Tapi atur juga frame rate ke 24 frame/detik agar pas dengan film yang digunakan oleh hollywood dan film-film besar lainnya. Video anda akan tampak lebih nyeni.


Gerak lambat
Salah satu trik penyuntingan yang apik adalah gerak lambat. Teknik ini sangat cocok untuk pada video-video aksi, dan juga berguna untuk video keluarga, pernikahan, atau pesta. Untuk mendapatkan video gerak lambat terbaik, atur kamera Canon ke 50 atau 60 frame per detik.


Analisis stop-motion
Anda tidak punya pilihan banyak untuk kecepatan shutter dengan video. Kecepatan shutter paling lambat adalah 1/30 atau 1/60 detik, tergantung frame rate. Kecepatan shutter 1/100 detik dapat menciptakan video unik jika digunakan untuk merekam objek yang gerakannya cepat.

ASPEK Ergonomik
D-SLR memang bisa menghasilkan video yang hebat karena sensor yang besar dan lensa ber-aperture lebar. Sayangnya, bodinya tidak didesain untuk merekam video. Viewfinder tidak berfungsi sehingga anda harus menggunakan LCD. 

Cara yang bisa dibilang agak janggal ketika anda merekam video berdurasi sekian detik atau menit. EOS 700D atau 70D memiliki LCD yang dapat diputar-putar, mempermudah pengambilan angle. 

Sejumlah industri sudah mulai menyadari bahwa orang mulai menggunakan D-SLR untuk membuat film serius. Berbagai aksesori diproduksi, termasuk monitor eksternal, aksesori untuk melihat video, serta alat untuk fokus manual sambil merekam hingga dukungan untuk kamera bergaya Transformer.

Periksa pengaturan di layar
LCD tidak hanya menampilkan gambar, tapi juga informasi

Penunjuk waktu
Memperlihatkan durasi video yang tersisa atau durasi video yang sedang direkam.

Frame rate
Jumlah frame yang direkam dalam setiap detik.

Resolusi video
Jumlah piksel horizontal yang direkam-1920 berarti anda menggunakan pengaturan 1080p HD
LCD Kamera

Mode AF
Mode fokus otomatis yang ada tergnatung pada kamera yang digunakan.

Exposure compensation
Kontrol penting untuk video, membuat anda bisa mengubah-ubah brightness dengan akurat.

ISO
Penting saat digunakan untuk merekam video ketimbang foto kerana pada saat merekam video, kecepatan shutter terbatas.

Mode exposure
Pilihannya otomatis (seperti pada gambar) atau manual (ditandai dengan huruf M).

Speaker built-in
Berguna untuk mendengarkan suara dari video yang anda rekam.

Rekaman
Titik merah akan muncul ketika rekaman video dimulai.


Berpikir dalam merekam

Mengambil video tidak sesedarhana menekan tombol. Anda harus berpikir bahkan saat merekam. Sebuah foto merupakan dasar yang membangun video-berlangsung selama anda menekan tombol untuk memulai rekaman hingga anda menekannya lagi untuk menghentikan rekaman. 

Belajar merekam video yang cukup akan membuat anda mampu merekam keseluruhan cerita.
1.Catat berapa gambar yang sama digunakan tiap menit. Jumlahnya bervariasi tergantung genre. Film aksi biasanya menggunakan gambar lebih banyak daripada dokumenter. Iklan berdurasi 30 detik akan menggunakan lebih banyak lagi.
2.Berberapa adegan berlangsung lebih lama. Close-up akan berlangsung sebentar ketimbang adegan lebar. Semakin sempit komposisinya, semakin sedikit detail yang dilihat permisa sehingga durasinya singkat saja.
3. Ketika mengambil video, coba gunakan aturan-aturan ini. Usahakan setiap adegan sesingkat mungkin dan variasikan sudut dan crop. Close-up cukup ditampilkan selama dua hingga lima detik di layar. Adegan lebar dengan banyak detail dapat berlangsung selama 30 detik.
Semoga tutorial kali ini bermanfaat bagi kalian
Terima kasih
Salam Anima Belajar