Skip to main content

Cara Memilih Drive Mode Pada Kamera DSLR

Di era kamera film motordrive untuk SLR merupakan barang mewah. Banyak kamera tidak memiliki motor untuk memutar film dan power winder berkemampuan lima foto perdetik yang kebanyakan hanya digunakan fotografer olahraga.

Sekarang semua SLR digital canon punta mode Continuous, yang bisa mengambil rentetan foto pada kecepatan tiga foto per detik bahkan lebih cepat. Yang harus dilakukan hanya menekan tombol shutter.

Karena tidak perlu berfikir ada film yang terbuang, rasanya masuk akal kalau orang selalu menghidupkan mode pengambilan foto ini karena meningkatkan kemungkinan sukses dapat foto bagus.

Meskipun demikian, karena jumlah pemrosesan yang dibutuhkan untuk menyalurkan data kedalam kartu memori, mode continuous hanya dapat bekerja paling baik untuk sejumlah foto tertentu saja. Banyaknya tergantung pada kamera anda, yaitu

Cara Memilih Drive Mode Pada Kamera DSLR

Kemampuan prosesor kamera serta memori sementara ( buffer ). Panjangnya burst tidak hanya bervariasi dari model ke model, tapi juga tergantung pada format gambar yang digunakan: JPEG atau RAW.

Fotografer aksi,yang tidak boleh kehilangan momen karena kamera berhenti bekerja sejenak harus sedikit berkompromi dan menggunakan JPEG. Penggunaan kartu memori Berkecepatan tinggi juga memastikan kinerja terbalik.

Agar kartu memori tidak segera penuh, gunakan mode Single saat merekam foto. Meskipun objek bergerak, pendekatan sekali jepret ini sudah cukup untuk mendapatkan gambar yang Anda inginkan.

Drive mode yang terbaik yang anda gunakan tergantung pada objek. Continuous cocok untuk objek bergerak, single untuk objek yang diam. tidak hanya cocok untuk merekam foto diri anda sendiri, tapi juga terhindar dari gerakan kamera saat merekam foto dengan tripod.

Langkah-Langkah Mengeksplorasi Pilihan Modus Drive


1. Tekan tombol berikon motorwind atau drive untuk mengganti pengaturan. Pastikan menggunakan mode kreatif, seperti Av atau P.

2. Pilih opsi yang ingin anda gunakan dengan tombol arah,tombol fial,atau tombol putar di belakang ( tergantung SLR anda).

3. Ketika anda menemukan mode yang anda inginkan, tekan tombol set untuk memastikan pilihan anda sudah aktif.

4. Pilihlah self-timer / Remote pada beberapa model memungkinkan anda merekam foto menggunakan remote inframerah.

5. Sensor untuk sistem remote inframerah ada di grip. Mata ini jangan sampai tertutup saat anda menggunakan remote.

6. Pada semua mode self-timer, cahaya berkedip merupakan indikasi bahwa kamera sedang menghitungmundur untuk merekam.

Sekilas Tentang Pilihan Drive
Memahami Simbol dan Ikon Pada SLR Canon


Single shooting
Mode drive default pada canon SL. Ketika anda tekan tombol shutter, kamera mengambil satu foto, jika anda ingin merekam foto lagi, anda harus merekanya kembali.

Continuous Shooting
Pada ode ini, ketika anda menekan terus tombol shutter, kamera terus-terusan merekam foto sampai memori sementara penuh. Angka di kanan bawah Viewfinder menyediakan jumlah foto yang dapat diambil per detiknya tergantung pada model kamera.


Self-timer / remote control
Mode self-timer standar memberikan jeda waktu 10 detik dengan perkiraan anda punya cukup waktu untuk menekan tombol shutter dan berpose tanpa terburu-buru. Pada beberapa kamera, anda dapat menggunakan mode ini untuk menghidupkan remote inframerah.


Memahami Simbol dan Ikon Pada SLR Canon

Continuous Self-timer
Fitur sangat baik untuk foto grup. Fitur ini pengembangan dari jeda waktu 10 detik. Fitur ini memungkinkan anda untuk mengambil 10 gambar beruntun ( daripada yang biasa ) tanpa perlu bolak balik ke kamera atau remote control. Rekam foto secukupnya, dan berharap paling tidak ada satu dimata semua mata terbuka .

Self-timer 2 detik
Hanya ditemukan pada pilihan drive pada beberapa kamera, versi singkat self-timer ini Cuma butuh dua detik. Ini dapat digunakan untuk merekan foto ketika kamera berada tripod untuk menimalkan getaran dan mencegah getaran dan mencegah getaran kamera pada eksposur lama.

Secepat apa yang Anda butuhkan?
Ketika pengaturan drive kecepatan tinggi sangat penting.


Canon EOS memiliki pengaturan kecepatan motordrive tercepat yang menawarkan dua mode Continuous. Ada yang lebih lambat (dengan , katakanlah, berkecepatan 3 foto per detik) dan satu lagi High-speed Continuous (seperti 8 foto per detik).

Anda ingin menggunakan kecepatan yang lebih lambat untuk foto fashion, misalnya, dan menyimpan kecepatan tercepat untuk aksi meledak-ledak.

Pada rentetan foto olahraga, bahkan pada kecepatan 8 foto per detik tetap ada perbedaan antara foto. Untuk kecepatan yang lebih cepat, ganti modus kamera Canon Anda ke rekam video jika fitur itu ada. 

Pada mode full HD, kamera kamera anda dapat merekan foto dua megapiksel pada kecepatan 30 foto per detik (atau 60 foto per detik pada resolusi satu megapiksel).

Pengaturan Drive juga punya selftimer. Seperti ditunjukkan namanya, fasilitas ini sudah lama ditemukan tetapi tetap banyak digunakan untuk merekam foto Anda sendiri atau bersama kawan.

Anda harus menunda kamera merekam foto beberapa saat setelah anda menekan tombol shutter sehingga Anda punya waktu untuk mengambil posisi.

Cara Memilih Drive Mode Pada Kamera DSLR

Mode Self-timer normal (ditandai dengan ikon kamera saja) menunda pengambilan foto selama 10 detik. Yang lebih popular digunakan adalah mode Self-timer 2 detik.

Meskipun cukup waktu untuk mengurangi getaran pada kamera saat Anda menekan tombol shutter.

Self-timer 2 detik meminimalkan getaran kamera dan membuat Anda lebih hemat karena tidak beli cable release yang digunakan untuk merekam foto dengan kecepatan shutter lambat dengan tripod.

Pada kamera yang tidak memiliki mode Self-timer 2 detik, Anda tetap dapat menggunakan pilihan Self-timer normal, dan kemudian digunakan bersamaan dengan Mirror Lockup.

Beberapa model EOS ada tambahan pilihan Self-timer –mode Continuous Self-timer yang membuat Anda dapat merekam foto antara 2 hingga 10 foto setelah Anda menekan tombol shutter.

Meskipun semua Canon EOS dapat dipasangkan cable release, beberapa kamera punya fitur kontrol nirkabel menggunakan inframerah. Aksesoris remote controller memungkinkan Anda merekam foto dari jarak sekira 5 meter.

Untuk memastikan kamera dapat dikontrol dengan cara ini, Anda harus mengganti Drive ke Self-timer / Remote.

Ada di remote yang membuat Anda bisa memilih langsung merekam foto (agar kamera tidak bergerak di tripod) atau setelah jeda 2 detik. Tepat untuk mengambil potret dalam grup.

LATIHAN  Cra Temukan Mode Drive Rahasia.

Ada satu lagi mode Drive, yaitu time-lapse, yang memungkinkan Anda mengambil rentetan foto pada interval yang sudah diatur. Namun, Anda tidak dapat memilihnya langsung pada kamera….

1. Taruh Canon Anda pada tripod, colok ke PC lewat kabel USB, dan buka software EOS Utility yang datang dengan kamera Anda. Klik ikon stopwatch dan jendela Time-lapse muncul.

2. Anda butuh sebuah adegan yang berganti secara lambat sepanjang waktu, seperti bunga mekar, pemandangan kebun dengan awan yang bergerak di langit, atau bahkan proses pesta makan malam juga cocok.

3. Anda bisa memasukkan interval antara foto, atur jeda, dan jumlah foto total yang ingin Anda ambil dalam rangkaian. 

Objek yang berbeda lebih baik direkam dengan eksposur yang berbeda, jadi bereksperimenlah untuk melihat yang mana yang paling baik untuk adegan pilihan Anda. 

Putar kembali gambar Anda dengan cepat sebelum adegan menjadi cepat.

Semoga tutorial kali ini bermanfaat bagi kalian
Terima kasih
Salam Anima Belajar
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar